Nasehat
Bolehkah Kita Kaya?

Bolehkah Kita Kaya?
Demikian pula bila kita berpendapat bahwa kemiskinan bukan masalah, maka kita pun tidak termotivasi untuk keluar dari kemiskinan dengan berikhtiar yang maksimal.

Untuk pengajian ekonomi syariah yang dibawakan oleh Hemri kali ini, sebelum materi disampaikan jamaah pengajian justru sudah mengajukan pertanyaan:

“Ustadz, maaf ya saya bertanya sebelum ustadz ngisi pengajian.  Kenapa pengajian yang ustadz bawakan membahas tentang pengelolaan keuangan rumah tangga menurut Islam? Yang saya tangkap, arahnya adalah agar kita menjadi kaya dan terhindar dari kemiskinan. Bukankah Islam tidak menganjurkan kita untuk kaya, karena menjadi kaya banyak godaannya? Bukankah Islam menyatakan bahwa kemiskinan itu bukan masalah?” Tanya Pak Umar Bakri.

Terpancing oleh pertanyaan pak Umar Bakri, Pak Rahman ikut menimpali:

“Iya ustadz. Bahkan ada yang bilang, ’sudahlah, kemiskinan itu tidak perlu diubah, itu adalah ladang pahala bagi yang mengalaminya’, Apa benar begitu Ustadz?”
”Bapak-bapak dan Ibu-ibu peserta pengajian rutin di Masjid al-Ikhlas, alhamdulillah, baru saja saya membuka pengajian ini, sudah diberondong oleh beberapa pertanyaan.  Pertanyaan-pertanyaan tersebut bagus sekali karena merupakan pertanyaan kunci bagi tema-tema kita selanjutnya dalam pengajian ini.  Bila ternyata Islam melarang untuk kaya, maka tentu pembahasan tentang bagaimana kita menabung, berinvestasi, berwirausaha, dan sebagainya menjadi tidak berarti.  Demikian pula bila kita berpendapat bahwa kemiskinan bukan masalah, maka kita pun tidak termotivasi untuk keluar dari kemiskinan dengan berikhtiar yang maksimal. Namun, benarkah demikian? Baiklah kita mulai dengan menjawab pertanyaan yang pertama, apakah Islam melarang kita kaya” Hemri memulai ceramahnya.

Setelah meneguk air putih yang disediakan panitia, Hemri melanjutkan ceramahnya, ”Bila kita kaji lebih dalam, meski agama tidak mencela atau menghina orang miskin, namun Islam mendorong ummatnya untuk memiliki harta yang memadai (kaya). Hal ini dapat dilihat dari hadits-hadits berikut ini :
Islam memerintahkan memperhatikan keluarga (ahli waris) yang akan ditinggalkan, supaya mereka jangan sampai hidup melarat yang menadahkan tangannya kepada manusia. Kita perhatikan sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam :

"Sesungguhnya engkau tinggalkan ahli warismu dalam keadaan kaya (cukup) lebih baik daripada engkau tinggalkan mereka hidup melarat atau miskin yang menadahkan tangan-tangan mereka kepada manusia (meminta-minta)". (Hadits Riwayat Bukhari 3/186 dan Muslim 5/71 dan lain-lain)

Hadits ini menunjukkan bahwa meninggalkan ahli waris dalam kondisi yang kaya adalah lebih baik bila dibandingkan dengan kondisi yang miskin.  Dengan demikian, hadits ini memotivasi kita untuk produktif dalam mencari nafkah, sehingga ahli waris kita dapat ditinggali dengan harta warisan yang memadai.” (bersambung)






Berikan Komentar Via Facebook
comments powered by Disqus

Nasehat Lainnya
Selamatkan Air, Selamatkan Peradaban Manusia
Selamatkan Air, Selamatkan Peradaban Manusia
11
Begitulah Qur’an bercerita akan ”alat penyulingan” raksasa, yaitu alat yang disandarkan, diletakkan, dan diangkat oleh Allah di antara langit dan bumi.